Tuesday, 12 April 2016

DESA BERLISTRIK KABUPATEN LEMBATA


Listrik merupakan kebutuhan utama untuk pembangunan ekonomi dan pembangunan sosial. Ketersediaan listrik yang mencukupi, efisien, mutu yang baik dengan harga yang terjangkau, serta andal, aman dan akrab lingkungan merupakan unsur yang penting dalam menghasilkan barang dan jasa.
Ketersediaan tenaga listrik untuk rumah tangga pada harga yang terjangkau dapat mengubah dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. sejak diberlakukan Undang – Undang Nomor : 52 tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Lembata ( Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor : 180, Tambahan Lembaran Negara Nomor : 3901 ); sebagaimana diubah dengan Undang – Undang Nomor :   12 Tahun 2000 ( Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor : 79, Tambahan Lembaran Negara Nomor 36967); maka sebagai tindak lanjut dari penjabaran Undang – Undang tersebut, Kabupaten Lembata terus berupaya untuk memacu pembangunan disegala bidang guna mewujudkan tujuan pembangunan nasional yang tertuang dalam Panca Program Pembangunan dengan salah satu poin penting adalah Peningkatan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Dasar
Dalam mengimplementasikan isi dari Panca Program tersebut, maka  tahun 2003 Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Pertambangan dan Energi bekerja sama dengan  PT.PLN (Persero) Ranting Lembata  melaksanakan tahapan kegiatan  survey awal secara menyeluruh terhadap prospek pengembangan bidang ketenagalistrikan yang mencakup seluruh wilayah Kabupaten Lembata.
Maksud dan tujuan penyelenggaraan program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata melalui program Pembinaan dan Pengembangan Bidang Ketenagalistrikan tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan sarana kelistrikan.
Dengan pertimbangan tingkat kebutuhan masyarakat akan ketersediaan pelayanan  sarana listrik yang semakin meningkat, maka sejak tahun 2004 Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata telah membangun beberapa fasilitas pembangkit tenaga listrik yang tersebar di seluluruh wilayah Kabupaten Lembata yang terdiri dari :
1. PLTD Wulandoni
2. PLTD Kalikasa
3. PLTD Bareng
4. PLTD Lamaau
5. PLTD Lewoeleng
6. PLTD Dulitukan
7. PLTD Puor
8. PLTD Tapolangu
9. PLTD Lolong
10. PLTD Atakore

Memasuki tahun 2013, pengembangan jaringan listrik semakin gencar dilakukan. Penambahan jumlah PLTD dan peningkatan kerjasama dengan PLN melalui interkoneksi jaringan PLTD ke PLN  terus dilakukan. Hal ini dibuktikan dengan drastisnya peningkatan jumlah desa-desa berlistrik dan rasio elektrifikasi pada semua kecamatan di Kabupaten Lembata. Data-data tersebut dapat ditunjukan sebagai berikut:   
1.       Kecamatan Nubatukan  terdiri dari 18 Desa/Kelurahan sampai dengan 2015 sudah 16 desa kelurahan yang berlistrik.
2.       Kecamatan Lebatukan terdiri dari 17 Desa sampai dengan 2015 sudah 13 desa yang berlistrik sedangkan 4 desa belum berlistrik
3.       Kecamatan Ileape terdiri dari 17 Desa sampai dengan 2015 sudah semua desa sudah berlistrik
4.       Kecamatan Ileape Timur terdiri dari 9 Desa sampai dengan 2015 semua desa sudah berlistrik
5.       Kecamatan Omesuri terdiri dari 22 desa sampai dengan 2015 semua desa sudah berlistrik
6.       Kecamatan Buyasuri terdiri dari 20 desa sampai dengan 2015 sudah 18 desa  berlistrik sedangkan 2 desa belum berlistrik
7.       Kecamatan Atadei terdiri dari 15 desa sampai dengan 2015 sudah 6 desa berlistrik sedangkan 9 desa belum berlistrik
8.       Kecamatan Nagawutung terdiri dari 18 Desa samapi dengan 2015 sudah 14 desa berlistrik sedangkan 4 desa belum
9.       Kecamatan wulandoni terdiri dari 15 desa sampai dengan 2015 sudah 14 desa yang berlistrik sedangkan 1 desa belum

Rasio Elektrifikasi rumah tangga kabupaten Lembata
Rasio elektrifikasi didefenisikan sebagai jumlah rumah tangga yang sudah berlistrik dibagi dengan jumalah rumah tangga yang ada.

RASIO ELEKTRIFIKASI RUMAH TANGGA KABUPATEN LEMBATA

kecamatan
Prosentase kelistrikan
Rasio Kelistrikan


Nubatukan
Ile Ape
Ile Ape Timur
Lebatukan
Nagawutung
Buyasuri
Omesuri
Wulandoni
Atadei
TOTAL
Jumlah
Desa
Terlistrik
%
18
16
83,33
17
17
100
9
9
100
17
13
76,47
18
14
72,22
20
18
90
22
22
100
15
14
93,33
15
6
40
151
129
84,10%
Jumlah
R.Tangga
Jumlah Pelanggan
%
7136
6202
86,91
3129
1789
57,17
1323
780
58,96
2320
1177
50,73
2861
805
28,14
5381
814
15,13
5129
1919
37,41
2258
1190
52,70
2051
634
30,91
31588
15310
48,47



Rencana Pengembangan Listrik 2017-2020
Pemerintah Kabupaten lembata melalui Dinas Pertambangan dan Energi bekerjasama dengan PT.PLN Persero ranting Lembata mengembangkan jaringan distribusi dalam rangka Interkoneksi dengan Jardis PT.PLN
RENCANA PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI DALAM RANGKA INTERKONEKSI DENGAN JARDIS PT.PLN (PERSERO) TAHUN 2017-2020
NO
Kecamatan
Segmen
SUTM
(Kms)
Desa Sasaran
1
Ile ape
Riang Bao-Dulitukan-Kolipadan
11
Dulitukan,Tagawiti,Beutaran,Palilolong dan Kolipadan
2
Buyasuri
Kalikur WL-Tobotani
17
Kalikur WL- Rumang -Tobotani
3
Lebatukan
Waienga-Tapobaran-Lamadale-Lewoeleng-Seranggoran-Balurebong
16
Waienga,tapbaran, Lewoeleng,Lamadale,seranggoran dan Balurebong
4
Wulandoni
a.       Posiwatu-puor-Wulandoni-Atakera-Leworaja-Alap Atadei
b.      Lelaata-Tapobali
15






4
Posiwatu,Puor,Puor B, Wulandoni, Pantai Harapan,Atakera





Leworaja, Lelaata,Tapobali dan Udak Melomatan





5
Nagawutung
a.       Baobolak-pasir Putih-Penekene-Idalolong-   Lusiduawutun-Warawatung
b.      Perluasan Jaringan Listrik Penikene Atawai
c.       Boto – Liwulagang- Bolibean
16






4



2
Baobolak, Pasir Putih, Lolong, Tewaowutung,Idalolong, Lusiduawutun dan Warawatung




Penikene



Liwulagang - Bolibean
6
Atadei
a.       Nubamado-katakeja-Tubukrajan-Ile Kerbau-Nogodoni-Doripewut-Nubahaeraka
b.      Atakore-Lewograma
c.       Ile Kimok- Nubaatalojo
d.      Perluasan Jaringan Listrik Baopana – Nuba Boli
20






3

6


9
Nubamado, Katakeja, Tubuk Rajan, Ile Kerbau,Nogodoni,Doripewut, Nubahaereka,atakore




Lewogroma

Nuba Atalojo

Nuba Boli
7
Omesuri
a.       Wailolong –Dikesare
b.      Perluasan Jaringan Listrik Wowong – Bean
c.       Perluasan Jaringan Listrik Wowong- Nilanapo
d.      Perluasan Jaringan Listrik Wei Lein- Wowong
8

6,2




8,6



2,1
Dikasare – Wailolong

Bean




Nilanapo



wowong


Selain pengembangan distribusi dan interkoneksi, pembangkit listrik tenaga panas bumi juga meupakan alternatif  yang dapat dikembangkan kedepan. Dengan ketersediaan energy panas bumi yang ada, Pemerintah bertekad mengembangkan potensi yang ada agar bermanfaat bagi kepentingan masyarakat banyak.
Pembangkit Listrik tenaga Panas Bumi adalah Pembangkit Listrik yang menggunakan panas bumi sebagai sumber Energinya. Listrik dari tenaga panas Bumi saat ini digunakan 24 negara. Tenaga panas Bumi dianggap sebagai sumber energi terbarukan karena ekstraksi panasnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan muatan panas bumi.
Daerah Panas Bumi Atadei termasuk Dalam Wilayah Kecamatan Atadei , kabupaten Lembata. Daerah Atadei merupakan daerah panas Bumi yang terletak pada komplek Gunung api berumur kuarter yang berasal dari beberapa pusat erupsi yang terdapat didaerah sekitarnya. Terdapat tiga gunung api aktif di sekitar lapangan panas bumu Atadei, dua diantaranya berada di daratan ile Ape/Lewotolo Ile Werung sedangkan gunung api satunya lagi adalah Gunung Hobal yang terdapat di pulau kecil selat Alor.

PENGEMBANGAN POTENSI PANAS BUMI ATADEI
Jenis Bahan Galian
Panas Bumi

kecamatan
Atadei

Desa
Nubahaeraka

Posisi Astronomi
123̊̊̊⁰33’06’BT - 8⁰29 40’LS

Suhu Rata rata Daerah
26 ⁰C

Curah Huajan
1-50 mm/th

Data hasil Pengeboran
Kedalaman Awal
0 M

Suhu
31,8 ⁰C

Kedalaman Akhir
250,8 M

Potensi Cadangan Terduga
30 Mwe
Desa
Atakore

Posisi Astronomi
123⁰33’06’BT - 8⁰29 40’LS

Suhu Rata-rata Daerah
27,1⁰C

Curah Hujan
1-50 mm/th

Data Hasil Pengeboran
Kedalaman Awal
0 M

Suhu
31,8⁰C

Kedalaman Akhir
250,8 M

Potensi Cadangan Terduga
39,9 Mwe

Sementara untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat pada desa-desa yang sulit dijangkau distribusi dan interkoneksi PLN, Pemerintah mengembangkan Pusat Listrik tenaga Surya.  Pengembangan energi potensial tenaga surya ini diharapkan dapat meningkatkan ratio efektivitas desa.
Pengembangan Pusat Listrik Tenaga Surya ( PLTS )
No
Kecamatan
Desa Sasaran
Keterangan
1
Atadei
a.       Desa Dulir
b.      Desa Nuba Boli

2
Wulandoni
Desa Alap atadei

3
Nagawutung
a.       Desa Warawatung
b.      Deas Bolibean
c.       Desa Ile Boli
d.      Desa Lusuduawutung


        (Humas TI Setda Lembata/Sumber Data: Dinas ESDM Kabupaten Lembata)

Rakor Kepegawaian Tingkat Propinsi Di Lembata

Badan Kepegawaian  Daerah (BKD) Provinsi NTT menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Kepegawaian di Lewoleba Kabupaten Lembata, dari tanggal 15-17 Maret 2016. Rakor Bidang Kepegawaian Provinsi NTT kali ini merupakan yang kesepuluh sejak pertama kali tahun 2007 di Labuan Bajo dan dilaksanakan setiap tahun secara bergilir di seluruh Kabupaten/kota di Provinsi NTT. 
Rakor Kepegawaian tahun 2016 mengusung tema “Melalui Reformasi di Bidang Kepegawaian Kita Tingkatkan Profesionalisme Aparatur Sipil Negara/ASN”. Tema ini mengandung dua pesan yakni reformasi birokrasi dan tuntutan profesionalisme ASN. Kegiatan diawalai dengan penyambutan peserta di halaman Hotel Palm Indah kabupaten Lembata tempat berlangsungnya kegiatan.

Hadir dalam pembukaan Rakor Asisten Administrasi dan Umum Sekda Provinsi NTT, bapak Alexsander Sena, SH,M.Si, Sekda Kabupaten Lembata, bapak Petrus Toda Atawolo dan ketua DPRD Kabupaten Lembata, Ferdinandus Koda. Peserta rakor terdiri dari para Sekretaris Daerah, Asisten yang mebidangi Kepegawaian, Kepala BKD, Sekretaris BKD, Kabid dan Kasubid/Kasubag di lingkup BKD  dan utusan SKPD lingkup Provinsi NTT.
Penyelenggaraan rakor Bidang Kepegawaian Provinsis NTT di Lewoleba – Lembata merupakan amanat rakor kepegawaian tahun 2015 di Soe kabupaten TTS yang telah menggariskan beberapa hal, antar lain penilaian kompetensi, kinerja, disiplin, dan kesejahteraan ASN. Menurut Panitia, dengan kegiatan rakor ini diharapkan agar peserta rakor dapat menindaklanjuti cacatan rakor di Soe untuk didiskusikan dan dicarikan solusi bersama. Para peserta juga diharapkan sebisa mungkin menemukan berbagai realita dan standar pesoalan aktual kepegawaian agar dapat didiskusikan secara normatif-rasional, menemukan solusi yang dapat dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota serta menjadi input penyusunan kebijakan nasional di bidang kepegawaian.(Humas TI Setda Lembata)

Mantan Bupati Lembata Drs. Ande Manuk ; Pembangunan Itu Tidak Sekali Jadi

Hadir dalam acara pelantikan Camat Lebatukan Petrus Peka Soge, SE di Hadakewa, Sabtu 19/02/2016, Mantan Bupati Lembata Drs. Adreas Duli Manuk dalam sambutan menekankan Prinsip pembangunan yang berkelanjutan, berkesinambungan, berencana dan bertahap. Pembangunan itu tidak sekali jadi, kata Manuk.  Tiap periode kepemimpin berpegang pada prinsip yang ingin dicapainya yang merupakan lanjutan dari periode sebelumnya. Oleh karena itu setiap periode kepemimpinan harus didukung agar target-target yang telah direncanakan dapat tercapai dengan optimal. Pembangunan prinsipnya adalah berkesinambungan maka kita harus dukung siapapun yang berniat melanjutkan pembangunan yang sudah ada.
Sembari mengingatkan untuk kembali ke samangat kebersamaan 07 maret 1954, sebagai orang tua, Manuk menasehati  semua pimpinan SKPD yang hadir yang sudah dianggap anak-anaknya  sendiri untuk selalu bangun kebersamaan dalam kerja. “Kepada semua pimpinan SKPD saya minta supaya jangan munafik, kata Manuk. Bantulah Bupati dengan setulusnya.  Harus jujur dan seikhlas-ikhlasnya. Jangan hanya  jujur di depan dan di balakang lain”.

Bertolak dari pengalamannya yang telah beberapa kali mencalonkan diri manjadi Bupati  semasa masih aktif sebagai PNS, Manuk mengingatkan ke seluruh Pimpinan SKPD yang masih aktif agar jangan paksa diri untuk maju di Pilkada 2017 mendatang apabila belum benar-benar siap. Sebagai orang tua beliau mengharapkan agar semua pajabat yang telah dilantik dan dipercayakan untuk mengkonsentrasikan diri bekerja membantu Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur sampai selesai. (Humas TI Setda Lembata)

Waienga, Kawasan Ekonomi Produktif





Desa Waienga dengan luas sekitar 13 Km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 932 jiwa, dikategorikan sebagai kawasan ekonomi produktif yang terus dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata karena merupakan desa pantai dan desa wisata yang menarik.
Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, mengatakan hal itu ketika melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Desa Waienga, Senin(18/1). “Waienga bukan saja dikenal sebagai pusat produksi Mutiara Lembata, tapi juga pusat wisata bahari yang sungguh menjanjikan. Kapal pesiar wisatawan sering datang ke sini karena alam bawah laut sangat indah”,ujar Bupati sunur.

Dikatakan Sunur, Wienga, Lodoblolong, dan Lerahinga misalnya, merupakan daerah potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan ekonomi produktif. Lahan pertanian sangat mungkin dikembangkan termasuk potensi peternakan dan perikanan . Transportasi lintas Lebatukan ke kawasan produktif Wade kelak jadi poros utama ekonomi produktif. Selain pembangunan jalan ke kawasan itu, tapi juga akan dibangun sebuah bendungan untuk kepentingan irigasi yang menelan anggaran sekitar 20 Miliar. Untuk di laut, event tahunan Festival Nuhanera, dengan alam bawah lautnya yang kini dikenal dunia internasional seiring dengan diluncurkannya, Buku Lembata Underwater, di Jakarta baru-baru ini adalah potensi yang layak menjadi perhatian perkembangan ekonomi kedepan.
Karena itu, demikian sunur, kedepan akan dibangun Jembatan Marina di Waienga sebagai tempat labuh bagi kapal-kapal pesiar untuk wisatawan domestic dan mancanegara. Rencana ini sudah dikomunikasikan dengan Pemerintah Pusat dan disambut positif. Banyak kapal pesiar yang selama ini sudah singgah ini, ini harus kita manfaatkan untuk peningkatan pendapatan masyarakat. Kita harus bisa sama-sama melihat peluang untuk pembangunan ekonomi dengan potensi alam yang indah. Pemerintah harus buat sesuatu yang lebih dengan potensi alam yang ada agar masyarakat tergerak untuk mengembangkan ekonominya. Peluang lapangan kerja dan peningkatan pendapatan harus bisa kita ciptakan agar kawasan ini benar-benar menjadi kawasan ekonomi produktif.(Humas TI Setda Lembata)
       

Tuesday, 4 August 2015

Lembata Harus Jadi Contoh Kerukunan Hidup Beragama di NTT

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata Dra. Dortia Nahak dalam sambutannya di Lemau Ileape Timur pada acara halal bi halal dan kontak majelis Taqlim tingkat kabupaten minggu 27/07/2015 mengatakan, Lembata harus jadi contoh kerukunan hidup beragama di NTT. “Hari ini kita merasakan toleransi umat beragama yang begitu tinggi di kabupaten ini. Jumlah umat islam di kecamatan Ileape Timur hanya tiga ratusan tetapi acara hari ini mendapat dukungan yang luar biasa dari umat beragama lain. Kita baru saja menyaksikan mars Badan Kontak Majelis Taqlim(BKMT) yang dibawakan oleh muda-mudi katolik Paroki Bernabas Abas Tokojaeng. Ini membuktikan bahwa kita semua memiliki rasa persaudaraan, kebersamaan dan toleransi yang tinggi sebagai ciri khas budaya Lamaholot”. Masih tentang toleransi Dortia melanjutkan, “telah dideklarasikan komitmen bersama menjaga toleransi beragama di Lembata. Kita sudah berikrar bahwa tidak akan ada konflik berbau SARA di Lembata sehingga jangan pernah terpengaruh hasutan darimana saja yang memecah belah persatuan. Lembata telah menjadi contoh kerukunan beragama di NTT ini sehingga tanggung jawab kita semua untuk mempertahankannya”. Sementara tentang BKMT Dortia mengatakan, BKMT Lembata adalah BKMT yang paling aktif di NTT dengan jumlah anggota tiga ribu tiga ratus enam puluh ibu-ibu. “Sejak dideklarasi 4/10/2009 BKMT Lembata menjadi yang paling aktif di NTT sehingga dengan revisi kepengurusan yang telah dibuat baru-baru ini diharapkan ibu-ibu dapat menjadi contoh dalam mentstransfer nilai-nilai islami,akhlak dan budi pekerti yang muli dalam keluarga dan masyarakat. BKMT menjadi wadah silahturami membangun persatuan dan kesatuan bangsa serta memupuk jiwa toleransi dalam kemajemukan dan perbedaaan,sekaligus menjadi wadah penggemblengan dan pembelajaran menjadi manusia yang produktif dan bermanfaat bagi diri,masyarakat dan Lewotanah. Dalam kesempatan itu juga Dortia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur yang telah menghadirkan Da’i Nasional Ustazah Lulu sumiati. Kehadiran Ustazah Lulu memberi warna tersendiri. Sebagaimana disaksikan, antusiasme luar biasa dari semua yang hadir ketika Ustazah Lulu mulai berda’wa bersama bonekanya.(Ferry dasilva) Instagram

Wednesday, 11 February 2015

Nelayan Lembata Terima Bantuan

Bupati Lembata saat memberikan bantuan secara simbolis, sabtu,07/02/15


Lewoleba , Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, ST mengharapkan kepada semua kelompok Masyarakat Nelayan penerima bantuan sarana penangkapan ikan untuk memanfaatkan secara baik dan produktif semua sarana yang diberikan agar dapat meningkatkan  kesejahteraan ekonomi. Bupati Sunur mengharapakan hal itu ketika menyerahkan bantuan sarana penangkapan ikan kepada Kelompok Masyarakat Nelayan, Sabtu (7/2) di Kuma Resort Waijarang, Kecamatan Nubatukan.

Kelompok Masyarakat Nelayan menerima  Paket Bantuan Sarana Penangkapan Ikan  berupa , Kapal Purse Seiner 10 Gross Tonage (GT), Kapal Multipurpouse 1,5 GT, Material Alat Bantu Penangkapan Ikan (Rumpon) dan Cool Box.  Semua sarana ini adalah bantuan pemerintah pusat dan pemerintah daerah di tahun 2014.

Bupati mengatakan, semua kelompok nelayan harus bisa bekerjasama.  Kerjasama yang baik antar kelompok akan membantu pemerintah dalam pengawasan sumber daya laut. Semua kita berkewajiban menjaga konservasi laut. Keindahan dan sumber daya laut adalah tanggung jawab kita semua ,katanya.

Bupati juga mengingatkan agar sarana fasilitas bantuan yang diberikan secara gratis ini harap jangan dijual. “Nanti saya akan turunkan Inspektorat dan Dinas Kelautan dan Perikanan untuk melakukan pemeriksaan fasilitas itu. kalau ada temuan barang ada yang dijual maka saya minta kembalikan uang.” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata, Anthanasius Amuntoda menjelaskan, total  dana bantuan untuk kelompok nelayan di tahun 2014 berjumlah Rp.8,1 miliar yang bersumber dari APBN, APBD 1 maupun APBD II, bantuan ini berkat adanya upaya pemerintah kabupaten melalui Bupati dan Dinas Kelautan dan Perikanan. Bupati kita tidak pernah putus asa mencari dana dari luar untuk membangun Lembata. Ini adalah buktinya,kata Amuntoda.

Sedangkan untuk TA 2015 lanjut Amuntoda,  telah ada Pabrik Pengolahan Ikan yang dibangun atas kerjama Pemda dengan pihak ketiga. Dengan adanya pabrik pengolahan ikan ini,  maka semua nelayan harus didukung dengan armada laut dan alat tangkap yang memadahi.  Menurutnya, Pabrik Pengolah Ikan ini direncanakan pada  bulan april mendatang sudah bisa mengekspor ikan hasil tangkapan nelayan Lembata dengan kapasitas 100 ton ikan. Ketika pabrik sudah ada maka kita harus bekerja keras untuk memenuhi pasokan ikan sesuai kebutuhan pabrik.

Lebih lanjut dalam lampiran Surat Keputusan Bupati Lembata yang dibacakan Kepala Bidang Perikanan Lambertus Lengari,SPi.MM dirincikan bahwa kelompok nelayan penerima bantuan berasal dari kecamatan Omesuri, Buyasuri, Nubatukan, Lebatukan dan Atadei yang semuanya terdiri dari 25 kelompok.  Kelompok penerima Kapal 10 Gross Tonage (GT) sebanyak 3 buah masing-masing  adalah KN. Bina Usaha Kelurahan Lewoleba Tengah, Kecamatan Nubatukan yang diketuai oleh Kasim Langodai , KN. Anunto yang diketuai oleh Syamsudin HS serta  KN Karya Bahari  yang diketuai oleh  H.Rafiudin H.Jafar dari Desa Balauring Kec.Omesuri.  Sementara Jenis Bantuan Berupa Kapal 1,5 GT diserakan pada 5 KN dengan masing-masing 1 unit yakni KN. Demit Segoro  Kelurahan Lewoleba Tengah, Kecamatan Nubatukan yang diterima oleh Muhamad Masan, KN. Maju Bersama  Desa Lewogroma, Kecamatan Atadei yang diterima oleh Yohanes Belaweni, KN. Putri Laut Desa Wailolong Kecamatan Omesuri yang diterima oleh  Ansar Syahbudin,  KN.Mianto Desa Balauring Kecamatan Omesuri yang diterima oleh Muhamad Ali dan KN. Usaha Baru  Desa Balauring  Kecamatan Omesuri yang diterima oleh Aminu Muslihi.

Sedangkan Bantuan Cool Box sebanyak 100 unit diberikan pada  Kelompok Pembakul (KP) Pasar TPI 1 yang diterima oleh  kelompok  Ramlia Hasan sebanyak 10 unit, KP Pasar TPI 2 yang diterima oleh Jahria Mahmud sebanyak 10 unit, KP Pasar TPI 3,yang diterima oleh  Nurhayati Dahlan, KP Pasar TPI 4 yang diterima oleh  Rahmatia Bao, juga sebanyak 10 unit Sedangkan KP Pasar TPI 5 dan KP Pasar TPI 6 masing-masing menerima 10 dan  6 unit Cool Box yang diserahkan ke   Jamalia dan Jahura Sahleh selaku ketua.

Selain itu, KP Lamahora Kelurahan Lewoleba Timur, KP Hadakewa Desa Hadakewa,  KP Tite Hena desa Lebewala Kecamatan Omesuri, KP Pasar Ikan Balauring desa Balauring Kecamatan Omesuri, KP Pasar Wairiang Desa Lamaleu Kecamatan Buyasuri  juga menerima bantuan cool box. Sementara  kepada ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Dinas Kelautan dan Perikanan Lembata diberikan 5 unit cool box untuk pemberdayaan ekonomi keluarga.

Sumber Humas TI Setda Lembata





Instagram